Minggu, 13 April 2014

Koreksi Gravity

          Dalam survei gravity pada suatu lokasi (titik), data percepatan gravitasi yang terukur di lapangan secara umum masih dipengaruhi oleh keadaanmulai dari letak titik pengamatan (latitude), pengaruh topografi di sekitarnya, pengaruh kompensasi isostatik, dan keadaan geologi di daerah tersebut (kerapatan batuan).Reduksi data percepatan gravitasi dilakukan setelah data dikoreksi dari kesalahan yang disebabkan karena kesalahan sistematis dan kesalahan pembacaan. Koreksi pembacaan gravitasi meliputi : koreksi drift, koreksi letak terhadap lintang bumi, koreksi ketinggian (udara bebas dan Bougeur), dan koreksi topografi (medan).


a.                  Koreksi Lintang (gn)
Koreksi lintang dimanfaatkan karena bentuk bumi yang elipsoid akibat berotasi sehingga jari-jari di katulistiwa lebih besar dari jari-jari di kutub yang memberikan efek perubahan nilai gravitasi pengamatan di lapangan terhadap lintang geografis, istilah lain untuk pendekatan bentuk bumi spheroid akibat rotasi tersebut dikenal juga dengan nama spheroid referensi (Subagio, 2000) dengankoreksi lintang maka dapat diperoleh nilai gravitasi normalnya/gravitasi teoritik (gn) dari suatu titik pengukuran.
b.                  Koreksi Pasang Surut (Tide Correction)
Koreksi pasang surut atau dikenal dengan Tides Correction muncul akibat adanya efek medan gravitasi bulan dan matahari/gaya pasang surut (tidal force) terhadap bumi, sehingga nilai gravitasi bumi mengalami penyimpangan secara periodik dari nilai normalnya.
c.                  Koreksi Apungan (Drift Correction)
Koreksi apungan digunakan untuk menghilangkan efek perubahan sifat elastisitas pada komponen mekanik gravitymeter yaitu pegas yang sangat sensitif yang dapat diakibatkan oleh pengaruh gaya luar seperti guncangan atau tekanan dan perubahan suhu sehingga nilai pembacaan berangsur angsur dapat berubah terhadap waktu.
d.                  Koreksi Udara Bebas (Free Air Corecction/ΔgFAC)
Koreksi udara bebas merupakan koreksi yang dipakai untuk menghilangkan efek topografi atau efek perubahan ketinggian yang mempengaruhi nilai pembacaan niali gravitasi tanpa memperhatikan efek dari massa batuan. Dengan kata lain koreksi udara bebas merupakan proses pengalihan nilai gravitasi normal spheroid referensi ke gravitasi di permukaan topografi.
 e.                  Koreksi Bouguer (ΔgB)
Koreksi Bouguer merupakan koreksi ketinggian yang memperhitungkan adanya efek dari massa batuan yang berada di antara bidang datum (geoid) dan titik amat dengan asumsi memiliki jari-jari tak berhingga dengan tebal h (meter) dan densitas ρ (gr/cc).
f.                  Koreksi Medan (Terrain Corecction)
Koreksi medan muncul dikarenakan permukaan bumi di sekitar titik pengukuran tidak semuanya rata, namun berundulasi atau berlembah danbergunung. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi nilai gravitasi saat pengukuran.

Sabtu, 12 April 2014

Cara Pengukuran Gravity

      Dalam survey gravity data yang pertama kali harus didapatkan adalah nilai g observasi di base stasion sebagai acuan untuk stasiun-stasiun berikutnya. Setelah pembacaan alat untuk tiap-tiap stasiun yang menjadi target pengukuran maka dapat dilakukan proses pengolahan data dengan langkah pengerjaan nya sebagai berikut :
• Skala mGal
Konversi dari pembacaan alat ke mGal dengan menggunakan suatu bentuk perumusan tertentu berdasarkan nilai nilai pembacaan yang didapat dalam pengukuran disetiap stasiun.
• Perhitungan g Normal (gN)
• Perhitungan Drift
• Perhitungan g koreksi
 gkoreksi = gN – drift mGal
• Perhitungan Δg
 Δg = gkoreksi ke n – g koreksi awal mGal
• Perhitungan g observasi (gobs)
 Gobs = g obs base st + Δ g mGal
• Perhitungan g Lintang
 g(θ) = 978081,8(1 + 0,005304 sin 2θ + 0,0000059 sin2 2θ) mGal
• Perhitungan Koreksi Udara Bebas (FAC)
 FAC = 0,3085h mGal
• Perhitungan free air Anomaly (FAC)
 FAA = gobs – gθ) + FAC mGal
• Perhitungan Bougueur Correction (BC)
• Perhitungan Simple Bougueur Anomaly (SBA)
• Perhitungan Terrain Correction (TC) untuk masing-masing stasiun pengukuran
• Perhitungan Complete Bouguer Anomaly (CBA)

•  Pemisahan CBA Regional dan Residual. Pemisahan ini dapat dilakukan dengan beberapa  metode diantaranya : metode Moving Average, persamaan polynomial, Second Vertical Derivatif, dll.

Jumat, 11 April 2014

Alat Gravity yang biasa digunakan di darat dan di laut

     a.  gravimeter
  sebuah cara mendapatkan posisi dan sarana yang sangat akurat menentukan perubahan relatif dalam ketinggian. Gravimeters dirancang untuk mengukur perbedaan yang sangat kecil di medan gravitasi dan sebagai hasilnya merupakan instrumen yang sangat halus. Gravimeter ini rentan terhadap shock mekanis selama transportasi dan penanganan.

     b. Gravitymeter LaCoste & Romberg Tipe G
   Metode ini umumnya digunakan dalam eksplorasi minyak untuk menemukan struktur yang merupakan jebakan minyak (oil trap), dan dikenal sebagai metode awal saat akan melakukan eksplorasi daerah yang berpotensi hidrokarbon. Disamping itu metode ini juga banyak dipakai dalam eksplorasi mineral dan lain-lain. Meskipun dapat dioperasikan dalam berbagai macam hal tetapi pada prinsipnya metode ini dipilih karena kemampuannya dalam membedakan rapat massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan demikian struktur bawah permukaan dapat diketahui. Pengetahuan tentang struktur bawah permukaan ini penting untuk perencanaan langkah-langkah eksplorasi baik itu minyak maupun mineral lainnya. Eksplorasi metode ini dilakukan dalam bentuk kisi atau lintasan penampang.


Kamis, 10 April 2014

Metode Gravity

Pengertian Metode Gravity

          Metoda gravitasi adalah suatu metoda eksplorasi yang mengukuran medan gravitasi pada kelompok-kelompok titik pada lokasi yang berbeda dalam suatu area tertentu. Tujuan dari eksplorasi ini adalah untuk mengasosiakan variasi dari perbedaan distribusi rapat massa dan juga jenis batuan. Tujuan utama dari studi mendetil data gravitasi adalah untuk memberikan suatu pemahaman yang lebih baik mengenai lapisan bawah geologi. Metoda gravitasi ini secara relatif lebih murah, tidak mencemari dan tidak merusak (uji tidak merusak) dan termasuk dalam metoda jarak jauh yang sudah pula digunakan untuk mengamati permukaan bulan. Juga metoda ini tergolong pasif, dalam arti tidak perlu ada energi yang dimasukkan ke dalam tanah untuk mendapatkan data sebagaimana umumnyapengukuran. Pengukuran percepatan gravitasi memberikan informasi mengenai densitas batuan bawah tanah. Terdapat rentang densitas yang amat lebar di antara berbagai jenis batuan bawah tanah, oleh karena itu seorang ahli geologi dapat melakukan inferensi atau deduksi mengenai strata atau lapisan-lapisan batuan berdasarkan data yang diperoleh. Patahan yang umumnya membuat terjadinya lompatan pada penyebaran densitas batuan, dapat teramati dengan metoda ini.

         Metode gravity dalam metode Geofisika digunakan untuk mendeskripsikan struktur bawah permukaan bumi (subsurface) dengan mengukur variasi percepatan gravitasi bumi yang dipengaruhi oleh variasi distribusi nilai rapat massa (densitas) dari material di bawah permukaan bumi (batuan). Dalam Sistem Internasional (SI), percepatan gravitas memilki satuani m/s2, sedangkan dalam cgs dinyatakan dalam gal yang diambil dari nama Galileo, dimana 1 gal = 1 cm/s2. Pemahaman mengenai percepatan gravitasi diawali oleh Aristoteles (384 – 322) yang menyatakan bahwa benda bergerak bebas menuju pusat bumi dengan kecepatannya sebanding dengan beratnya. Berdasarkan hal tersebut Newton pada tahun 1687 menerangkan bahwa benda jatuh bebas tersebut adalah kasus khusus mengenai gravitasi yang kemudian hal tersebut berkembang menjadi Hukum Gravitasi Universal yang menyatakan bahwa “Dua benda dengan massa m1 dan m2 saling tarik menarik dengan gaya yang sama besar, namun berlawanan arah”.