Kamis, 10 April 2014

Metode Gravity

Pengertian Metode Gravity

          Metoda gravitasi adalah suatu metoda eksplorasi yang mengukuran medan gravitasi pada kelompok-kelompok titik pada lokasi yang berbeda dalam suatu area tertentu. Tujuan dari eksplorasi ini adalah untuk mengasosiakan variasi dari perbedaan distribusi rapat massa dan juga jenis batuan. Tujuan utama dari studi mendetil data gravitasi adalah untuk memberikan suatu pemahaman yang lebih baik mengenai lapisan bawah geologi. Metoda gravitasi ini secara relatif lebih murah, tidak mencemari dan tidak merusak (uji tidak merusak) dan termasuk dalam metoda jarak jauh yang sudah pula digunakan untuk mengamati permukaan bulan. Juga metoda ini tergolong pasif, dalam arti tidak perlu ada energi yang dimasukkan ke dalam tanah untuk mendapatkan data sebagaimana umumnyapengukuran. Pengukuran percepatan gravitasi memberikan informasi mengenai densitas batuan bawah tanah. Terdapat rentang densitas yang amat lebar di antara berbagai jenis batuan bawah tanah, oleh karena itu seorang ahli geologi dapat melakukan inferensi atau deduksi mengenai strata atau lapisan-lapisan batuan berdasarkan data yang diperoleh. Patahan yang umumnya membuat terjadinya lompatan pada penyebaran densitas batuan, dapat teramati dengan metoda ini.

         Metode gravity dalam metode Geofisika digunakan untuk mendeskripsikan struktur bawah permukaan bumi (subsurface) dengan mengukur variasi percepatan gravitasi bumi yang dipengaruhi oleh variasi distribusi nilai rapat massa (densitas) dari material di bawah permukaan bumi (batuan). Dalam Sistem Internasional (SI), percepatan gravitas memilki satuani m/s2, sedangkan dalam cgs dinyatakan dalam gal yang diambil dari nama Galileo, dimana 1 gal = 1 cm/s2. Pemahaman mengenai percepatan gravitasi diawali oleh Aristoteles (384 – 322) yang menyatakan bahwa benda bergerak bebas menuju pusat bumi dengan kecepatannya sebanding dengan beratnya. Berdasarkan hal tersebut Newton pada tahun 1687 menerangkan bahwa benda jatuh bebas tersebut adalah kasus khusus mengenai gravitasi yang kemudian hal tersebut berkembang menjadi Hukum Gravitasi Universal yang menyatakan bahwa “Dua benda dengan massa m1 dan m2 saling tarik menarik dengan gaya yang sama besar, namun berlawanan arah”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar