Dalam survei gravity pada suatu lokasi (titik),
data percepatan gravitasi yang terukur di lapangan secara umum masih
dipengaruhi oleh keadaanmulai dari letak titik pengamatan (latitude), pengaruh
topografi di sekitarnya, pengaruh kompensasi isostatik, dan keadaan geologi di
daerah tersebut (kerapatan batuan).Reduksi data percepatan gravitasi dilakukan
setelah data dikoreksi dari kesalahan yang disebabkan karena kesalahan
sistematis dan kesalahan pembacaan. Koreksi pembacaan gravitasi meliputi :
koreksi drift, koreksi letak terhadap lintang bumi, koreksi ketinggian (udara
bebas dan Bougeur), dan koreksi topografi (medan).
a.
Koreksi Lintang (gn)
Koreksi
lintang dimanfaatkan karena bentuk bumi yang elipsoid akibat berotasi sehingga
jari-jari di katulistiwa lebih besar dari jari-jari di kutub yang memberikan
efek perubahan nilai gravitasi pengamatan di lapangan terhadap lintang
geografis, istilah lain untuk pendekatan bentuk bumi spheroid akibat rotasi
tersebut dikenal juga dengan nama spheroid referensi (Subagio, 2000) dengankoreksi
lintang maka dapat diperoleh nilai gravitasi normalnya/gravitasi teoritik (gn) dari suatu titik
pengukuran.
b.
Koreksi Pasang Surut (Tide Correction)
Koreksi
pasang surut atau dikenal dengan Tides
Correction muncul akibat adanya efek medan gravitasi bulan dan
matahari/gaya pasang surut (tidal force) terhadap bumi, sehingga nilai
gravitasi bumi mengalami penyimpangan secara periodik dari nilai normalnya.
c.
Koreksi Apungan (Drift Correction)
Koreksi
apungan digunakan untuk menghilangkan efek perubahan sifat elastisitas pada
komponen mekanik gravitymeter yaitu pegas yang sangat sensitif yang dapat
diakibatkan oleh pengaruh gaya luar seperti guncangan atau tekanan dan
perubahan suhu sehingga nilai pembacaan berangsur angsur dapat berubah terhadap
waktu.
d.
Koreksi Udara Bebas (Free Air Corecction/ΔgFAC)
Koreksi udara bebas merupakan koreksi
yang dipakai untuk menghilangkan efek topografi atau efek perubahan ketinggian
yang mempengaruhi nilai pembacaan niali gravitasi tanpa memperhatikan efek dari
massa batuan. Dengan kata lain koreksi udara bebas merupakan proses pengalihan nilai
gravitasi normal spheroid referensi ke gravitasi di permukaan topografi.
Koreksi
Bouguer merupakan koreksi ketinggian yang memperhitungkan adanya efek dari
massa batuan yang berada di antara bidang datum (geoid) dan titik amat dengan
asumsi memiliki jari-jari tak berhingga dengan tebal h (meter) dan densitas ρ
(gr/cc).
f.
Koreksi Medan (Terrain Corecction)
Koreksi
medan muncul dikarenakan permukaan bumi di sekitar titik pengukuran tidak
semuanya rata, namun berundulasi atau berlembah danbergunung. Kondisi tersebut
dapat mempengaruhi nilai gravitasi saat pengukuran.